Ikatan Alumni Ahli Teknik M5ITS-1982

Kawan kita Caleg :Ir. H. Windu Hernowo, MM

sticker2b1Menurut sumber http://jakarte.wordpress.com/ , kawan kita Ir. H. Windu Hernowo alumni angkatab M5, yang dulu mremiliki nomor mahasiswa 10162, maju sebagai calon anggota legislatif. Dengan kemampuan dan intelektual kita semua tahu bahwa kawan kita ini memang otaknya encer sedari mahasiswa dulu karena kesukaan makan bakso kali… dan lagi kejujuran serta semangatnya yang luar biasa.

sticker2b1

Kami semua seangkatan mendukung anda pak. Kenapa hanya maju untuk DPRD DKI saja ???, Lha mbok maju untuk DPR RI saja agar kami2 yang didaerah bisa ikut nyoblos sampeyan………..he….he. Kemudian nek sudah duduk di DPR nanti pesan kami jangan hanya duduk lho……… semangat dam keinginan anda untuk memnangun negeri ini kami dukung 1000 %… he he…. kalau ada. Masalahnya sebagian besar dari kami tidak di Jakarta, tetapi diluar jakarta, bahkan di luar pulau dan bahkan banyak yang diluar negeri………….

Pokokya proficiat….. selamat berjuang, dan kami selalu mendukung anda

November 12, 2008 Posted by | TENTANG KITA | , | Comments Off on Kawan kita Caleg :Ir. H. Windu Hernowo, MM

ANALISA RUPIAH DARI TEMPO

Tempo Research
Minggu, 15/07/2007

Analisis IHSG Mingguan edisi 16-20 Juli 2007
Ulasan Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ sepekan melonjak 74,55 poin (3,35%) dari 2.227,05 menjadi 2.301,60. Melonjak indeks Dow Jones 2,2% ke 13.900 rekor tertinggi yang ke-29 kali dalam tahun ini memicu kenaikan bursa regional, termasuk BEJ. Investor terus beli saham setelah BI rate turun di 8,25% dan antisipasi laporan keuangan emiten semester I 2007 tumbuh positif. Selain itu pasar tunggu testimony Fed akan wacana pemotongan suku bunga. Hanya saja kenaikan indeks akan dihantui melambungnya harga minyak dunia tembus US$ 73 per barel. Indeks minggu ini masih relly menguji 2.325. Bila tembus ke 2.350. Sebaliknya jika gagal, pasar konsolidasi dan indeks tertahan di 2.280. Teknikal Grafik Bollinger Bands: indeks sudah di garis batas atas 2.301 dan garis batas tengah di 2.286 dan batas bawah di 2.270. Berarti IHSG akan konsolidasi dulu sebelum menguji tembus 2.325. Relative Strength Index untuk 5 harian naik di titik 88,38 persen di atas garis overbought. Ini berarti pasar akan take profit krn harga saham sudah jenuh beli. Candle Stick membentuk long legged doji down. Berarti indeks masih flat tapi pasar cenderung ambil untung. Saran : Ambil untung pada saham-saham blue chips yang sudah naik tajam.Perhatikan saham Telkom dan Indosat bila masih naik, ambil posisi beli pada harga rendah pada sebagian saham sektor infratsruktur, perbankan, property, perkebunan, tambang. SEMOGA SUKSES ..
Minggu, 15/07/2007
Analisis Rupiah Mingguan edisi 16-20 Juli 2007

Ulasan Kurs rupiah sepekan menguat tipis 5 poin dari Rp 9.030 (6/7) menjadi 9.025 per dolar (1y3/7). Penguatan rupiah masih terbatas karena terganjal demand dolar dari importer minyak setelah harga minyak terus melambung menembus US$ 73 per barel. Harapan aliran dana asing masuk ke bursa juga kecil. Statement Wapres Jusuf Kalla bhw pemerintah nyaman bila rupiah 9.200-9.500 membuat pasar menilai rupiah tak mungkin menguat ke 8.700-8.800. Pasar akan buy back dolar bila rupiah di bawah Rp 9 ribu dan take profit dolar bila menedekti 9.100. Teknikal Moving Average minggu ini berada di titik 9.035 untuk 5 harian dan 9051 untuk 10 harian dan 8.995 untuk 20 harian. Itu berarti rupiah menguat terbatas dan buy back dolar di 8.990. Grafik RSI-14 harian berbalik turun di 49,34 persen menuju garis oversold. Ini memberi indikasi aksi jual dolar masih berlanjut menguji level tembus 9.000. Grafik Candle Stick membentuk pola short white body +. Ini berarti rupiah-dolar maish konsolidasi 9.000-9.050. Saran : Jual dolar bila rupiah tembus di Rp 9025. Beli dolar bila rupiah tak mampu tembus ke 8.990. Perhatikan pergerakan indeks saham BEJ, harga minyak dunia dan dolar AS di pasar global jelang testimony Fed.. Semoga Sukses ..
Minggu, 01/07/2007
Analisis Rupiah Mingguan edisi 2-6 Juli 2007

Ulasan Kurs rupiah sepekan melemah 40 poin dari 9.000 menjadi 9.040 per dolar. Rupiah melemah akibat aksi ambil untung pasar atas rupiah jelang sidang the Fed yang pertahankan bunga di 5,25%. Rupiah diperkirakan berbalik menguat seiring jatuhnya dolar di pasar gobal akibat data inflasi yoy 1,9% dan indeks sentiment Michigan turun dari 88,3 jadi 85,3 dan GDP kwt I tumbuh 0,7%. Minggu ini rupiah berpeluang menguat pada kisaran 8.985-9.100 per dolar. Bila level 9.000 tembus akan ke 8.985 dan akan berbalik menguat dolar ke 9.105 bila level 8.985 gagl ditembus. Perhatikan pergerakan yen, harga minyak dan IHSG. Teknikal Moving Average minggu ini berada di titik 9.123 untuk 5 harian dan 9082 untuk 10 harian dan 8.930 untuk 20 harian. Itu berarti rupiah berpotensi berbalik menguat. Grafik RSI-14 harian berbalik turun di 47,59 persen menuju garis oversold. Ini memberi indikasi aksi jual dolar masih berlanjut menguji level tembus 9.000. Grafik Candle Stick membentuk pola bearish harami. Ini berarti dolar berpotensi turun ke 8.980 Saran : Jual dolar bila rupiah tembus di Rp 9030. Beli dolar bila rupiah tak mampu tembus ke 8.985. Perhatikan pergerakan indeks saham BEJ, harga minyak dunia dan dolar AS di pasar global. .
Minggu, 01/07/2007
Analisis IHSG Mingguan edisi 2-6 Juli 2007
/
Ulasan Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ sepekan turun 13,04 poin (0,61%) dari 2.152,321 menjadi 2.139,278. Jatuhnya indeks karena imbas sentiment negatif gagal bayar saham PT AGIS Tbk. Namun jatuhnya Wall Street akhir pekan juga akan memicu aksi ambil untung. Indeks minggu ini berpotensi rebound antisipasi inflasi Juni yang diperkirakan terkendali dan sinyal penurunan BI Rate pada 7 Juli nanti. Indeks akan relly ke 2.161 bila inflasi sesuai ekspektasi pasar dengan batas bawah kuat di 2.125. Teknikal Grafik Bollinger Bands mengindikasikan indeks sudah di bawah garis batas atas 2.142 dan garis batas tengah di 2.123 dan batas bawah di 2.102. Berarti IHSG akan alami teknikal rebound bila level 2.140 mampu ditembus. Relative Strength Index untuk 5 harian naik di titik 54,83 persen di atas garis onormal. Ini berarti pasar akan buy back saham bila sentiment internal membaik. Candle Stick membentuk pola long white candles. Berarti aksi beli akan terjadi bila bursa global dan regional rebound setelah infalsi AS di bawah 2,0%. Saran : Selektif beli di saham blue chips, pertambangan, energi, perbankan, otomotif, properti, infrastruktur, dan barang konsumsi. SEMOGA SUKSES ..
Minggu, 24/06/2007
Analisis IHSG Mingguan edisi 25-29 Juni 2007

Ulasan Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ sepekan naik 31,68 poin (1,49%) dari 2.120,64 menjadi 2.152,32. Kenaikan indeks dipicu masuknya saham emiten baru di BEJ. Namun jatuhnya Wall Street akhir pekan akan memicu aksi ambil untung. Terlebih lagi pasar masih cemas naikknya harga minyak dunia dan adanya pertemuan FOMC 27-28 Juni. Indeks Minggu ini diperkirakan masih turun menuju batas bawah 2.142 Bila level ini tak mampu ditembus, indeks akan berbalik naik ke 2.161. Teknikal Grafik Bollinger Bands mengindikasikan indeks sudah di bawah garis batas atas 2.161 dan garis batas tengah di 2.150 dan batas bawah di 2.138. Berarti IHSG akan alami teknikal korection bila level 2.150 tam mampu bertahan. Relative Strength Index untuk 5 harian naik di titik 70,36 persen di atas garis overbought. Ini berarti pasar cenderung ambil untung. Candle Stick membentuk pola hammer. Berarti aksi jual akan terjadi bila bursa global dan regional turun, IHSG bakal koreksi terbatas. Saran : Jual pada saham blue chips yang sudah turun tajam. Selektif beli pada saham emiten berfundamental bagus. SEMOGA SUKSES …
Minggu, 24/06/2007
Analisis Rupiah Mingguan edisi 25-29 Juni 2007


Ulasan Kurs rupiah sepekan menguat 45 poin dari 9.045 menjadi 9.000 per dolar AS. Rupiah masih berpotensi menguat ke 8.950 bila level 8.970 tembus. Selain itu,isu The Fed akan pertahankan bunga pada FOMC 27-28 Juni 2007 memicu spekulasi jual dolar di pasar. Dan rencana penrbitan SPN senilai rp 2 triliun akan memicu aliran dana asing masuk. Minggu ini rupiah masih menguat menguji tembus 8.970 dengan batas atas 9.100. Bila level 8.970 ditembus rupiah akan terus menguat ke 8.940. Perhatikan tren dolar dan harga minyak dunia. Teknikal Moving Average minggu ini berada di titik 8917 untuk 5 harian dan 8980 untuk 10 harian dan 9050 untuk 20 harian. Itu berarti rupiah masih menguat Grafik RSI-14 harian berbalik naik di 62,92 persen di bawah garis overbought. Ini memberi indikasi aksi beli dolar sudah agak terbatas dan pasar cenderung ambil untung. Grafik Candle Stick membentuk pola candles harami cross. Ini berarti rupiah berpotensi berbalik menguat. Saran : Jual dolar bila tak tembus di Rp 9015. Beli dolar bila rupiah gagal tembus ke 8.970. Perhatikan pergerakan indeks saham BEJ, harga minyak dunia dan dolar AS di pasar global. Semoga Sukses …
Jum’at, 08/06/2007
Analisis Rupiah Mingguan edisi 11-15 Juni 2007

Ulasan Kurs rupiah sepekan melorot 250 poin dari 8.835 menjadi 9.085 per dolar AS. Rupiah anjlok akibat imbas faktor global menyusul aksi pembelian dolar untuk masuk T-Bills AS dimana yield naik jadi 5,12%. Selain itu,isu The Fed akan naikkan bunga pada FOMC 27-28 Juni 2007 memicu spekulasi beli dolar di pasar. Minggu ini rupiah masih melemah menguji tembus 9.150-9.200 per dolar. Bila level 9.150 gagal ditembus rupiah akan berbalik menguat ke 8.800. Perhatikan tren dolar dan indeks Dow Jones di Wall Street. Teknikal Moving Average minggu ini berada di titik 9086 untuk 5 harian dan 9060 untuk 10 harian dan 8.975 untuk 20 harian. Itu berarti rupiah masih melemah Grafik RSI-14 harian berbalik naik di 67,32 persen di bawah garis overbought. Ini memberi indikasi aksi beli dolar masih berlanjut menguji level 9.150-9.200. Grafik Candle Stick membentuk pola gapping white line in uptrend. Ini berarti dolar masih menguat menguji 9150 Saran : Jual dolar bila tak tembus di Rp 9150. Beli dolar bila rupiah melorot ke 9.100. Perhatikan pergerakan indeks saham BEJ, harga minyak dunia dan dolar AS di pasar global. Semoga Sukses …
Jum’at, 08/06/2007
Analisis IHSG Mingguan edisi 11-15 Juni 2007

Ulasan Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ sepekan anjlok 29,87 poin (1,43%) dari 2.084,324 menjadi 2.054,450. Jatuhnya indeks akibat imbas kekhawatiran pasar akan ancaman inflasi dan tingginya harga minyak dunia memungkinkan Fed naikkan bunga. Selain itu, naikknya yield T-Bills AS membuat pasar menarik dana dari saham ke pasar obligasi. Dari regional, uji coba nuklir Korea Utara memicu ketegangan kembali di kawasan Asia. Indeks Minggu ini diperkirakan masih turun menuju batas bawah 2.028. Bila level ini tembus akan ke 2.007. Tren akan beasrih bila indeks anjlok di bawah 2.000. Teknikal Grafik Bollinger Bands mengindikasikan indeks sudah di bawah garis batas bawah 2.070 dan garis batas tengah di 2.089 dan batas atas di 2.104. Berarti IHSG akan alami teknikal rebound bila level 2.045 bertahan. Relative Strength Index untuk 5 harian turun di titik 34,46 persen mendekati garis oversold. Ini berarti pasar cenderung ambil untung. Candle Stick membentuk pola inverted hammer. Berarti aksi beli akan terjadi bila bursa global dan regional rebound, IHSG bakal relly. Saran : Beli pada saham blue chips yang sudah turun tajam. Selektif beli pada saham pertambangan, agribisnis, dan perbankan. SEMOGA SUKSES …
Jum’at, 25/05/2007
Analisis IHSG Mingguan edisi 28 Mei – 01 Juni 2007

Ulasan Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ sepekan turun 3,42 poin (0,17%) dari 2.063,763 menjadi 2.060,343. Indeks sempat anjlok ke 2.043,67 dari titik tertinggi 2.112,21 karena kekhawatiran pernyataan Alan Greenspan tentang akan terjadinya kontraksi dramastis akan anjloknya bursa Cina pasca booming. Namun, ternyata Shanghai masih naik. Ini membuat investor kembali masuk bursa. Pasar Optimis indeks akhir 2007 bisa ke 2.300 bila IPO saham BUMN segera direalisasikan tahun ini. Indeks Minggu ini diperkirakan akan berbalik naik pada kisaran 2.035-2.115. Teknikal Grafik Bollinger Bands mengindikasikan indeks sudah di bawah garis batas bawah 2.065dan garis batas tengah di 2.079 dan batas atas di 2.093. Berarti IHSG akan alami teknikal rebound bila level 2.035 bertahan. Relative Strength Index untuk 5 harian turun di titik 47,45 persen di bawah garis normal. Ini berarti pasar cenderung ambil posisi beli. Candle Stick membentuk pola long legged doji. Berarti aksi beli dan jual masih sama kuat. Jika global dan regional rebound, IHSG bakal relly. Saran : Beli pada saham blue chips yang sudah turun tajam. Selektif beli pada saham lapis dua.didukung aksi korporasi. SEMOGA SUKSES …

Jum’at, 25/05/2007
Analisis Rupiah Mingguan edisi 28 Mei – 01 Juni 2007

Ulasan Kurs rupiah sepekan menguat 70 poin dari 8.820 menjadi 8.750 per dolar Amerika. Rupiah masih berpotensi menguat menguji tembus 8.650 seiring adanya lelang SPN senilai Rp 2 triliun dan T-Bills senilai Rp 3 triliun. Namun, waspadai aksi balik beli dolar menyusul pernyataan BI akan Rp 9.000 level baik untuk ekspor dan impor dan naiknya harga minyak dunia tembus US$ 65 per barel. Minggu ini rupiah masih menguat 8.650- 8.850 per dolar. Bila level 8.650 tembus akan ke 8.620. Jika tak mampu akan berbalik melemah ke 8.900 per dolar. Teknikal Moving Average minggu ini berada di titik 8.742 untuk 5 harian dan 8.758 untuk 10 harian dan 8.745 untuk 20 harian. Itu berarti rupiah masih menguat. Grafik RSI-14 harian berbalik naik di 33,92 persen di atas garis oversold menuju garis normal. Ini memberi indikasi aksi beli-dolar masih berimbang. Grafik Candle Stick membentuk pola long black candles. Ini berarti rupiah masih menguat menguji 8.650. Saran : Jual dolar bila rupiah tembus di Rp 8.700. Beli dolar bila rupiah gagal menembus 8.650. Perhatikan pergerakan indeks saham BEJ, harga minyak dunia dan dolar AS di pasar global. Semoga Sukses ..

August 10, 2007 Posted by | Uncategorized | Leave a comment

Bisnis Cengkeh cak Trap

Yok opo cak rencana bisnis cengkeh karo juragan menado Walla Benny?. Is it a good prospect..? Ajak2 dong….

August 9, 2007 Posted by | Diskusi Bisnis | Leave a comment

CERITA DARI MASING2 ALUMNI

Dari tahun 1982 kita tidak ketemu, masing-masing bertemu dengan isteri idaman, kemudian menikah dan punya anak. Saya sendiri di Jakarta, dengan 2 anak yang sudah gede2 dan alhamdulillah kuliah. yang mbarep di Fak kedokteran Unair- Surabaya dan 2 minggu yang lalu ( 29 juli 2007) alhamdulillah bisa wisuda. Yang kecil alhamdulillah di jurusan Elektro ITB Bandung masuk smester 3. Dengan ridlo Allah swt, dua2nya masuk Universitas Negeri, yang tentunya tidak tinggi biaya kuliahnya, mengingat saya sendiri sudah pensiun dini atas permintaan sendiri (APS) bulan Maret 2003,karena stroke yang menimpa saya pada 28 Desember tahun 2000.

Saat ini tanpa usaha lain, menikmati pensiun yang ada dari Schlumberger Oilfield Services dimana saya bekerja selama 21 tahun (1982-2003).

Kesibukan sekarang browsing dan surving web untuk menghabiskan waktu luang yang sangat buuuuanyaaak……… Disamping itu juga menikmati pekerjaan sosial dalam organisasi Klub Stroke di Rumah Sakit Pusat Pertamina,serta di FKKS (Forum Kerjasama Klub Stroke)  se DKI dan bogor.

August 9, 2007 Posted by | TENTANG KITA | Leave a comment